Dokumentasi Riset Resmi · v1.1

Metodologi Skor
Amanah v1.1

Dokumentasi Riset Resmi · Barokah Labs (Jakarta, Indonesia)

Halaman ini menjelaskan secara menyeluruh sistem penilaian dan rubrik evaluasi yang digunakan oleh produk Amanah dalam menilai token kripto. Versi aktif metodologi saat ini adalah v1.1. Metodologi ini dirancang untuk memberikan transparansi penuh mengenai bagaimana data mentah dari jaringan blockchain dan sumber publik diproses menjadi skor numerik yang dapat dibandingkan secara adil antar-token.

Prinsip utama metodologi Amanah adalah verifikabilitas penuh: setiap nilai yang tertera dalam analisis Amanah dapat ditelusuri kembali ke transaksi on-chain, alamat kontrak pintar, dokumen resmi proyek, atau laporan audit independen. Kami meyakini bahwa analisis riset yang baik tidak boleh menuntut kepercayaan buta dari pengguna, melainkan harus menyediakan bukti yang dapat diaudit secara mandiri.

Tujuan dan Filosofi Penilaian

Pasar aset kripto ditandai oleh asimetri informasi yang sangat tinggi. Investor ritel sering kali membuat keputusan berdasarkan tren media sosial, dorongan spekulatif, atau promosi berbayar. Di sisi lain, informasi mendasar seperti struktur kepemilikan token, jadwal pelepasan tokenomics (vesting), atau potensi celah pada keamanan smart contract sering kali tertutup oleh teknisitas yang kompleks.

Metodologi Amanah v1.1 hadir untuk menyederhanakan data kompleks tersebut menjadi tujuh dimensi analisis kuantitatif tanpa menghilangkan kedalaman informasi aslinya. Kami tidak menggantikan riset pengguna, melainkan mempercepat proses Due Diligence dengan menyediakan kerangka analisis yang sistematis dan berimbang.

Rincian 7 Komponen Skor Amanah

Skor Amanah dihitung pada rentang skala 0 hingga 100 melalui pembobotan proporsional dari tujuh komponen dasar berikut:

1. Utilitas (Utility)

Komponen utilitas menilai peran nyata token dalam ekosistemnya. Kami mengevaluasi apakah token memiliki fungsi operasional yang jelas — seperti gas fee pada jaringan Layer-1/Layer-2, medium pembayaran layanan, hak tata kelola (governance voting), atau insentif partisipasi jaringan. Token yang hanya berfungsi sebagai alat spekulasi tanpa kegunaan ekosistem akan menerima skor utilitas yang rendah. Indikator kuantitatif meliputi volume transaksi harian, jumlah alamat aktif harian, serta interaksi smart contract yang dapat diverifikasi on-chain.

2. Transparansi (Transparency)

Transparansi mengukur keterbukaan informasi tim pengembang dan proyek kepada publik. Penilaian mencakup keberadaan repositori kode sumber publik (misalnya GitHub) dengan aktivitas commit yang konsisten, ketersediaan dokumentasi teknis (whitepaper/yellowpaper), penjelasan roadmap yang terukur, serta kejelasan identitas tim atau entitas pengelola. Proyek dengan kode tertutup (closed-source) atau dokumen yang minim akan mendapatkan pengorangan nilai pada komponen ini.

3. Tata Kelola (Governance)

Tata kelola menilai tingkat desentralisasi dan mekanisme pengambilan keputusan proyek. Kami memeriksa apakah proyek menggunakan struktur DAO (Decentralized Autonomous Organization), keterbukaan forum diskusi proposal, keaktifan pemungutan suara on-chain, serta penggunaan dompet multi-tanda tangan (multisig) untuk perbendaharaan proyek (treasury). Kami juga menilai apakah ada penguncian jeda waktu (timelock) pada fungsi-fungsi administratif penting smart contract.

4. Profil Risiko & Likuiditas (Risk & Liquidity)

Komponen risiko mengukur stabilitas pasar dan konsentrasi aset. Indikator utama meliputi:

  • Konsentrasi Pemegang Token: Persentase total pasokan yang dipegang oleh 10 atau 100 dompet teratas (di luar alamat bursa terpusat dan dompet burn). Konsentrasi yang terlalu tinggi meningkatkan risiko pembantaian harga (dump).
  • Kedalaman Likuiditas DEX/CEX: Ketersediaan likuiditas pada Decentralized Exchanges (DEX) dan Centralized Exchanges (CEX) utama serta kepastian penguncian token likuiditas (LP Lock).
  • Volatilitas dan Age Metric: Usia keberadaan token di mainnet serta tingkat fluktuasi ekstrem harga harian.

5. Tokenomics & Vesting

Komponen tokenomics menganalisis alokasi awal token, batas total pasokan (max supply), tingkat inflasi harian/tahunan, serta jadwal pelepasan token (vesting schedule) untuk tim pengembang, investor awal, dan dana cadangan. Pelepasan pasokan besar dalam jangka pendek tanpa periode penguncian (cliff) yang memadai dinilai sebagai faktor risiko tinggi yang menekan skor tokenomics.

6. Audit Keamanan Smart Contract (Security Audit)

Keamanan teknis dievaluasi berdasarkan ada atau tidaknya laporan audit resmi yang diterbitkan oleh firma audit independen ternama. Kami mengevaluasi jumlah temuan kerentanan (kategori Critical, High, Medium), tingkat penyelesaian kerentanan tersebut oleh tim, serta tanggal pelaksanaan audit terbaru. Kontrak yang belum diaudit atau memiliki kerentanan kritis yang dibiarkan tanpa perbaikan akan menerima penalti skor yang signifikan.

7. Indikator Kesesuaian Syariah (Shariah Indicators)

Indikator syariah dirancang secara edukatif untuk membantu pengguna menapis aset berdasarkan prinsip dasar keuangan syariah. Kami memeriksa indikator teknis berikut:

  • Pemeriksaan Unsur Riba: Apakah protokol mengandalkan mekanisme imbal hasil berbasis bunga tetap yang dijamin, pinjaman berbunga berlebih, atau yield farming yang berasal dari transaksi simpan-pinjam ribawi.
  • Pemeriksaan Unsur Gharar: Apakah ada ketidakjelasan ekstrem pada hak kepemilikan aset, fungsi token, atau mekanisme pasar yang ambigu.
  • Pemeriksaan Unsur Maysir: Apakah desain ekosistem mendorong spekulasi murni menyerupai perjudian (misalnya mekanisme lottery-token atau judi on-chain).

Sumber Data On-Chain dan Proses Pengumpulan

Sistem Amanah terhubung dengan simpul (nodes) blockchain dan penyedia indeks data terpercaya seperti Etherscan, BscScan, Polygonscan, Covalent, DeDotFi, dan CoinGecko. Pengumpulan data dilakukan secara berkala dan otomatis, yang kemudian divalidasi oleh algoritma internal serta pemeriksaan berkala oleh tim redaksi Barokah Labs di Jakarta.

Apabila terjadi perbedaan antara data off-chain (pernyataan tim di media sosial) dengan data on-chain (fakta transaksi di blockchain), metodologi Amanah v1.1 akan selalu memprioritaskan fakta on-chain sebagai kebenaran utama.

Contoh Interpretasi Skor (Bukan Rekomendasi)

Skor komposit Amanah dinyatakan dalam rentang 0-100 dan dibagi menjadi beberapa kategori interpretatif:

  • 80 – 100 (Sangat Baik / Robust): Token menunjukkan transparansi tinggi, utilitas nyata yang kuat, audit keamanan yang bersih, tokenomics yang sehat, dan tidak terindikasi masalah syariah fundamental.
  • 60 – 79 (Cukup / Moderate): Token memiliki fondasi yang baik namun menyimpan beberapa aspek perhatian, seperti konsentrasi pemegang token yang lumayan tinggi atau masa vesting yang mendekati periode pelepasan.
  • 40 – 59 (Waspada / High Risk): Token menunjukkan beberapa indikator risiko tinggi, seperti belum diaudit, transparansi tim yang minim, atau struktur imbal hasil yang berpotensi mengandung unsur ribawi.
  • 0 – 39 (Risiko Ekstrem / Critical Warning): Token memiliki indikator bahaya yang sangat menonjol, seperti kode tertutup, indikasi penipuan (rug pull), atau tidak memiliki fungsi di luar spekulasi.

Batasan Metodologi Amanah v1.1

Meskipun metodologi v1.1 dirancang seobjektif mungkin, pengguna harus memahami batasan-batasan berikut:

  1. Cakupan Data: Penilaian bergantung pada ketersediaan data publik. Token yang baru diluncurkan dalam hitungan jam mungkin belum memiliki data historis yang cukup untuk menghasilkan skor yang stabil.
  2. Perubahan Kondisi Cepat: Kondisi smart contract, likuiditas, atau tata kelola dapat berubah sewaktu-waktu akibat pembaruan kode atau aksi pasar. Skor Amanah mencerminkan kondisi data pada saat indeksasi terakhir dilakukan.
  3. Bukan Penetapan Legal/Agama: Indikator syariah adalah filter data objektif berdasarkan kriteria teknis, bukan penetapan fatwa resmi dari dewan syariah nasional maupun otoritas keagamaan mana pun.
Disclaimer Penting

Disclaimer Penting: Metodologi ini dan skor yang dihasilkan oleh produk Amanah bersifat informasi dan edukasi semata. Konten di situs ini bukan nasihat keuangan, bukan rekomendasi investasi, dan bukan fatwa. Kami tidak memberikan label halal atau haram secara mutlak atas aset mana pun. Investasi kripto membawa risiko kehilangan modal secara signifikan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan keputusan keuangan Anda dengan penasihat keuangan berlisensi serta dewan syariah atau ulama yang Anda percaya sebelum bertransaksi.

← Kembali ke beranda